8/12/2016T8/12/2016

Materi Sejarah Perkembangan Masyarakat Pada Masa Hindu Buddha

// kode iklan */
// kode iklan
A. Perkembangan Masyarakat Hindu-Buddha

   Sejak zaman sebelum Masehi, India merupakan salah satu pusat peradaban di dunia Mengapa peradaban India begitu tinggi? Salah satu hal yang mendukung adalah adanya pengaruh dari dua agama besar dunia yang lahir di sana, yaitu Hindu dan Buddha Kelak, dua agama itu juga memengaruhi berbagai aspek kehidupan di Indonesia.

1. Muncul dan Berkembangnya 

Agama Hindu-Buddha Pada ribuan tahun Sebelum Masehi wilayah India (Lembah Sungai Indus) didatangi oleh bangsa Persia dan Arya Bangsa Persia berasal dari Asia Barat (Iran sekarang). Sedangkan, bangsa Arya berasal dari daerah Asia Tengah. Bangsa ini berhasil mendesak bangsa Dravida yang sebelumnya telah berdiam di India Bangsa Dravida mengungsi ke Lembah Sungai Gangga Bangsa Arya berkeyakinan bahwa Sumber: www. mereka adalah bangsa yang paling mulia. Gambar 2-1 candi Lakshmi Narayan di india Mereka memandang rendah dan tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida. Bangsa Arya menggunakan kitab suci Weda sebagai landasan hidupnya. Namun, lama-kelamaan agama tersebut bercampur dengan kepercayaan asli India. Terjadilah sinkretisme (pencampuran) antara kepercayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida. Sinkretisme inilah yang melahirkan agama Hindu. Walaupun begitu kitab Weda masih tetap dianggap suci oleh penganut Hindu Kapan agama Hindu muncul tidak diketahui secara pasti. Para ahli belum sependapat tentang kapan waktu lahirnya agama Hindu. Menurut seorang ahli dari India, yaitu Tilak, agama Hindu muncul pertama kali di Lembah Sungai Indus Pancab, India pada tahun 6000 SM. Pendapat itu berdasarkan turunnya firman pertama dari Tuhan yang diperkirakan terjadi pada tahun 6000 SM Orang India menganggap bahwa agama Hindu, selain sebagai agama, juga menjadi cara hidup. Hal itu terlihat dalam sistem kasta di dalam masyarakat India Pembagian masyarakat India dalam sistem kasta, yaitu

a. Kasta Brahmana, terdiri atas para pendeta dan cendekiav

b. Kasta Kesatria, terdiri atas para bangsawan
c. Kasta Waisya, terdiri atas para pedagang
d. Kasta Sudra, terdiri atas para buruh dan pelayan.


Asal Kata Hindu

Istilah Hindu yang dipergunakan sekarang sebagai nama agama, pada umumnya tidak dikenal pada zaman klasik. Beratus-ratus tahun Sebelum Masehi, penganut ajaran kitab suci Weda tumbuh subur dan berkembang pesat dalam masyarakat, sehingga para ahli menyebutkannya dengan nama agama Weda atau zaman Weda. Nama Hindu berasal dari kata Sindu atau Indus, yaitu daerah di mana agama itu mulai berkembang. Kata Sindu berubah menjadi Hindu karena terkena pengaruh hukum mefathesis. Dalam bahasa Sanskerta, penggunaan huruf 's" dan "h" dapat ditukar, Misalnya, kata Soma dapat menjadi kata "Homa", kata "Satima dapat menjadi "Hatima" dan sebagainya. Kata Hindu atau Sindu dalam bahasa Sanskerta berarti titik-titik air, sungai, laut atau samudera. Air melambangkan Amrita yang diartikan sebagai air kehidupan yang kekal abadi sehingga dipergunakan dalam upacara-upacara agama Hindu (dalam bentuk thirta atau air suci). Istilah agama dan istilah dharma mempunyai pengertian yang sulit dibedakan. Oleh karena itu, agama Hindu sering pula disebut Hindu Dharma, seperti yang umum digunakan di India. Orang-orang Hindu zaman dahulu jarang meninggalkan catatan yang bernilai sejarah. Kitab Weda diterima dari mulut ke mulut dan turun-temurun. Penulisan kitab Weda dengan huruf Devanagari berasal dari masa yang jauh kemudian. Pemeluk Hindu percaya bahwa kitab suci ini diajarkan oleh Tuhan kepada Resi, dan bukan buatan manusia. Dari ajaran Weda inilah mengalir agama Hindu. Orang-orang Hindu zaman dahulu jarang meninggalkan catatan yang bermilai sejarah. Kitab Weda diterima dari mulut ke mulut dan turun-temurun. Penulisan kitab Weda dengan huruf Devanagari berasal dari masa yang jauh kemudian. Pemeluk Hindu percaya bahwa kitab suci ini diajarkan oleh kepada Resi, dan bukan buatan manusia.

Dari ajaran Weda inilah mengalir agama Hindu. Sekitar abad VI Sebelum Masehi, agama Hindu mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu

a. Kaum Brahmana menguasai upacara agama dan bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. Hal ini tercermin dalam penentuan banyaknya korban yang memberatkan rakyat kecil sehingga timbul sikap antiagama.
b. Munculnya golongan yang berusaha mencari jalan sendiri untuk mencapai hidup abadi yang sejati.

Di antara orang-orang yang mengajarkan cara mencari jalan untuk mencapai keabadian adalah Sidharta Gautama. Ia mengajarkan ajaran baru, yang akhirnya berkembang menjadi agama Buddha. Buddha berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "mereka yang sadar dan mencapai pencerahan sejati." Agama Buddha lahir di India atau lebih tepatnya di wilayah Nepal sekarang Setiap aliran Buddha berpegang kepada kitab Tripitaka yang di dalamnya tercatat ajaran Sang Buddha Gautama. Tripitaka terdiri atas tiga buku, yaitu Sutta Pitaka (buku ajaran), Vinaya Pita ko buku undang-undang para bhiksu), dan Abhidhamma Pitaka (buku hukum metafisika). Seorang Buddha bukannya dewa atau makhluk suci yang memberikan kesejahteraan, namun pemimpin segala kehidupan ke arah pencapaian kebebasan dari kesengsaraan Munculnya agama Buddha memperoleh banyak tanggapan dari rakyat, sehingga dapat berkembang dengan cepat. Salah satu yang menjadi sebabnya karena agama Buddha tidak mengenal perbedaan golongan (kasta) dalam masyarakat, sehingga rakyat jelata banyak yang tertarik. Dalam perkembangannya, agama Buddha terbagi menjadi dua aliran, yaitu Hinayana dan Mahayana. Aliran Hinayana mengakui Sidharta Buddha Gautama sebagai pengajar agama. Tujuan tertingginya adalah mencapai nirwana untuk diri sendiri. Aliran Hinayana ini disebut juga aliran Buddha Theravada.

Sebaliknya, aliran Mahayana memiliki tujuan untuk menjadi Buddha sehingga dapat menolong sesamanya masuk nirwana. Akibat perkembangan agama Buddha yang memperoleh banyak pengikut, agama Hindu melakukan reformasi. Gambaran dewa-dewa Hindu yang sebelumnya abstrak berubah digambarkan menjadi seperti manusia super yang sifat dan tingkah lakunya seperti manusia tetapi tidak dapat mati yang diwujudkan dalam bentuk patung. Tiga dewa utama agama Hindu, yaitu (Dewa Wisnu (Dewa Pemelihara), (Dewa Perusak) dan Dalam perkembangannya, agama Hindu Dalam pe kejayaan. Pada tahun Buddha bergantian mengalami  273-232 SM penguasa India. Raja Asoka, membuat ke bijakan dengan menetapkan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Atas titah Raja Asoka, dibangun lebih kurang 48.000 buah stupa di Sanchi India Tengah) dan beberapa wihara di Nepal Salah satu stupa yang terkenal adalah Stupa Swaiambu. Kebijakan ini berdampak pada perkembangan agama Hindu. Para pengikut Hindu yang menjadi warga minoritas dan merasa terdesak di India pergi ke luar India sertamengembangkan pengaruhnya ke wilayah Asia (Asia Tenggara) Agama Buddha yang sebelumnya mengalami kejayaan, seiring dengan berjalannya waktu tergeser olehkejayaan, agama Hindu. Kejayaan agama Hindu terjadi pada masa pemerintahan kejayaan seiring Chandra Gupta II dari Dinasti Gupta. Raja ini berhasil menghindukan hampir seluruh India Selatan. ini berakibat agama Para penganut agama Buddha terdesak sehingga menyebarkan agama itu ke luar India. Informasi Hancurnya Agama Buddha di India Agama Buddha di India menjadi lemah pada abad VII mengikuti invasi Hun Putih dan Islam.

Namun, di bawah kekaisaran Pala, mazhab Mahayana berkembang kembali antara abad VIII dan XI Kaum Pala banyak mendirikan kuilkuil dan sebuah aliran seni Buddha yang khas runtuhnya agama Buddha di India terjadi Sebuah tonggak bersejarah penting dalam Muha mad Khilji pada tahun 1193 ketika para penakluk Islam Turki di bawah oleh kaum lslam menghancurkan Nalanda Pada akhir abad XII, setelah penaklukan  atas benteng-benteng Buddha di Bihar, keberadaan kaum Buddha di India menjadi langka. Selain itu, pengaruh agama Buddha juga pudar akibat gerakan renaisans Hindu seperti Advaita dan munculnya gerakan bhakti. minoritas di Meskipun lahir di India, pada awal abad xx, agama Buddha hanya  daerah-daerah terpencil di India
 
Pada masa kekuasaan Raja Asoka juga ditandai dengan adanya penyebaran agama Buddha ke luar India. Penyebarannya sampai ke berbagai negara. Menurut prasasti dan piagam-piagam Asoka, Raja Asoka mengirimkan utusannya sampai ke
kerajaan-kerajaan Yunani di Barat, terutama di Baktria, Yunani, dan Laut Tengah Daerah-daerah seperti wilayah Asia Tengah, Asia Utara, Asia Timur, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia tidak lepas dari pengaruh Buddha.

2. Persebaran Agama Hindu-Buddha ke Indonesia 



Pada masa perdagangan kuno, kota-kota di pesisir Pulau Sumatra dan Jawa berkembang menjadi pusat perdagangan. Pedagang yang singgah di kota-kota pesisir tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Hal itu terjadi karena letak Kepulauan Indonesia berada di daerah yang strategis, yaitu di antara dua benua dan dua samudra. Keadaan ini menyebabkan Indonesia menjadi daerah yang dilewati jalur perdagangan dan pelayaran internasionalSelain itu, sejak zaman pra-sejarah, nenek moyang bangsa Indonesia terkenal sebagai pelaut yang ulung. Mereka telah sanggup mengarungi lautan lepas serta menjalin hubungan dengan ber- bagai daerah di Asia, terutama India dan Cina. Bukti adanya hubungan tersebut ditunjukkan oleh pene- muan benda-benda peninggalan sejarah yang mempunyai ciri-ciri sama. Menurut sejarawan van Leur dan Wolters, hubungan dagang antara Indonesia dan India lebih dahulu berkembang daripada hubungan dagang antara Indonesia dan Cina. Namun, sumber sejarah untuk mengungkapkan hubungan antara Indonesia dan India ini sangat terbatas, yaitu melalui kitab-kitab sastra dan sumber-sumber dari Barat. Sementara itu, orang-orang Cina mempunyai kebiasaan menuliskan kisah perjalanannya sehingga banyak ditemukan sumber-sumber tentang hubungan dagang Indonesia-Cina. Dari hubungan perdagangan, muncul beberapa teori mengenai proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia.
Teori-teori tersebut antara lain

Baca juga: Untuk Anda Yang Ingin Mencari Materi Lainnya Silahkan klik Disini

a. Teori Brahmana

Penguasa-penguasa wilayah Nusantara ingin mendapat status terhormat di mata yaitu para pedagang asing dari India dan Cina. Sebagian dari mereka kemudian memutuskan untuk memeluk agama Hindu agar memperoleh penetapan sebagai kasta k melalui upacara wratyastoma yang harus diselenggarakan oleh seorang brahmana Wratyastoma adalah salah satu upacara dalam agama Hindu. Jika ada seorang umat yang karena kesalahannya dikeluarkan dari kastanya, dia dapat diterima kembali dalam kastanya melalui upacara wratyastoma yang pelaksanaannya harus dipimpin oleh seorang brahmana. Melalui modifikasi aturan, upacara ini dilaksanakan bukan karena telah dikeluarkan dari kasta, tetapi karena ingin sistem kasta. Para penguasa Nusantara berkeinginan masuk dalam kasta ksatria lewat upacara tersebut. Dengan cara ini, mereka menjadi warga kasta ksatria. Dalam sistem agama Hindu, kasta ini merupakan kasta terhormat di bawah kasta brahmana. Akibatnya, para penguasa Nusantara pun berlomba- lomba "mengundang" para brahmana Hindu dari India sebagai tamu dengan menumpang kapal-kapal dagang. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa proses masuknya kebudayaan Hindu di Indonesia dibawa oleh kaum brahmana dari India.

b. Teori Ksatria

Dalam teori lain dinyatakan bahwa Hindu-Buddha masuk ke Indonesia akibat pengaruh para bangsawan. Teori ini dikemukakan  bahwa telah terjadi kolonisasi oleh orang-orang India. Daerah koloni ini menjadi pusat penyebaran budaya India. Bahkan ada yang berpendapat bahwa kolonisasi terjadi disertai penaklukan melalui perang. Selanjutnya timbul gambara meluki orang-orang India sebagai golongan penguasa Indonesia Dalam hal ini, pemegang peranan terhadap proses masuknya kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia adalah golongan prajurit atau kasta Ksatria

c. Teori Waisya

Ny. Krom tidak sependapat dengan Bosch. Menurutnya, golongan ksatria bukan merupakan golongan terbesar di antara orang-orang India yang datang ke Indo memberikan peranan kepada kasta Waisya, yaitu pedagang dalam teorinya. Mereka menetap di Indonesia, kemudian menyebarkan kebudayaan India melalui hubungan dengan penguasa di Indonesia. Krom mengisyaratkan teriadi antara pedagang India dan penduduk asli Indonesia

d. Teori Arus Balik

tentangan dari Teori teori yang telah diuraikan pada butir a, b, dan c mendapat  Menurutnya, orang Indonesia juga memiliki peran dalam pros masuknya kebudayaan India. Para pedagang dari sendiri ke India karena penasaran dengan kebudayaan tersebut. Mereka menetap di India beberapa waktu, kemudian pulang kembali dengan membawa kebudayaan India dan menyebarkannya. Teori ini disebut teori arus balik

3. Perkembangan Masyarakat Hindu-Buddha di Indonesia 

Selain dengan India, bangsa Indonesia pada zaman kuno telah menjalin dalam hubungan dagang hubungan dagang dengan Cina. Satu hal yang penting Indonesia dan Cina adalah adanya hubungan pelayaran langsung antara kedua tempat tersebut. Bukti adanya pelayaran antara Indonesia dan Cina beras abad V Masehi. Hal ini, ditunjukkan dalam catatan perjalanan dua orang pendeta Buddha, yaitu Fa-Hsien dan Gunawarman. Sebuah berita mengenai hubungan antara orang Indonesia dan Cina adalah datangnya utusan dari Ho-lo-tan, sebuah negeri di She-po Jawa). Hal ini hubungan dagang antara berbagai kerajaan di Indonesia dengan Cina pada umumnya disimpulkan dari kedatangan utusan-utusan mereka. Hubungan dagang Indonesia dengan India dan Cina telah menempatkan Indonesia pada jaringan pergaulan internasional. Selain pengaruh  Cina telah menyebabkan perubahan dalam tata susunan masyarakat di Indonesia Menurut JLA. Brandes (1887) penduduk Asia Tenggara termasuk Indonesia telah memiliki sepuluh kepandaian menjelang masuknya pengaruh kebudayaan India. Kesepuluh kepandaian itu sebagai berikut

a. Mengenal pengecoran log
b. Mampu membuat figur-figur manusia dan hewan dari batu atau lukisan di dinding gua. Mengenal instrumen musik
d. Mengenal bermacam ragam hias Mengenal sistem ekonomi barter.
f Memahami astronomi.
g. Mahir dalam navigasi.
h. Mengenal tradisi lisan.

Mengenal sistem irigasi untuk pertanian Adanya penataan masyarakat yang teratur Kesepuluh keahlian itu hidup dan berkembang di Indonesia. Bahkan sisa-sia peninggalannya masih bisa kita saksikan di berba daerah. Masuknya pen Indonesia telah mengakibatkan penting dalam masyarakat. Kegiatan perdagangan yang dilakukan lagi  barang tetapi pertukaran pengaruh agama dan Dari benda peninggalan sejarah menunjukkan bahwa awal abad Masehi telah  sia Tenggara maupun di Semenanjung Tanah Melayu dan Indonesia bagian barat. Namun, pengaruh kebudayaan India itu han di sebagian Sumatra, Jawa, Bali, dan sebagian tan. Semakin ke timur wilayah Indonesia, pengaruh India semakin tipis Sebelum pengaruh India, masyarakat di Nusantara diatur dan dibedakan Berdasarkan profesi. Pembagian masyarakatnya meliputi petani perajin, peramu dan pedagang Dengan datangnya pengaruh India, sistem masyarakat itu berubah menjad berdasarkan sistem kasta. Sistem kasta adalah penggolongan masyarakat berdasarkan tingkat atau derajatnya. Setiap orang sudah ditentukan sistem Telah ketahui, bagaimana pembagian masyarakat Hindu dengan kasta. Dalam praktiknya di masyarakat Indonesia, sistem kasta atau caturwarna berlaku Secara lebih Sebagai contohnya, pada sistem masyarakat Nusantara sebelum datangnya pengaruh budaya India terdapat para pemimpin: ketua suku, raka. pengaruh walaupun posisinya berubah ketua adat gelar datu/da ratu dan  India, para datu/ratu berganti gelar ra tetap sebagai pucuk pimpinan dalam pemerintahan Para dukun yang menjadi penasihat para Ratu, walaupun bergelar tetap bawah rakyat merdeka tetap  para budak tetap juga dalam posisinya sebagai sudra.


Jangan lupa dishare ya....???

// kode iklan

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Materi Sejarah Perkembangan Masyarakat Pada Masa Hindu Buddha"

Post a Comment