8/10/2016T8/10/2016

Cara Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur (Cara Membedakan) dan (Cara Membuatnya)

// kode iklan */
// kode iklan
Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur


Adalah satu zat yang diperlukan oleh tubuh kita adalah protein. Protein terdapat pada hewan dan tumbuh-tumbuhan. Protein yang didapat dari hewan disebut protein hewani, dan yang didapat dari tumbuh-tumbuhan disebut protein nabati. Binatang ternak dan ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik. Oleh karena itu, beberapa jenis binatang ternak dan ikan banyak dipelihara untuk diambil daging dan telurnya, seperti
a. Diambil dagingnya: sapi, kerbau, kambing, domba, kelinci, babi, ayam, bebek, dan ikan.
b. Diambil telurnya: ayam, bebek, dan puyuh. Sayangnya, daging, ikan, dan telur tidak tahan lama dibiarkan begitu saja, terutama kalau kena lembap. Daging dan ikan segera berbau dalam waktu beberapa hari. Begitu pula telur, kuning telurnya biasanya mencair Upaya pengawetan sudah sejak lama dilakukan.


Ada beberapa cara, yaitu:

1. Disimpan di tempat yang dingin. Misalnya, di dalam lemari pendingin, kulkas, atau di suatu tempat yang diberi es.
2. Sengaja dikeringkan, misalnya dengan cara dijemur.
3. Diolah menjadi makanan awet. Dengan cara seperti itu, bahan makanan jenis hewani dapat bertahan cukup lama. Hal ini sangat menguntungkan, karena
bahan makanan tidak terbuang percuma, dan nilai ekonomisnya dapat ditingkatkan. Jika Anda seorang yang tidak suka sesuatu yang mubazir, tentu Anda sering melakukan pengawetan di rumah. Melakukan pengawetan terhadap bahan makanan adalah sesuatu yang baik. Setidaknya sebuah bukti, bahwa kita menghargai makanan sebagai salah satu sumber kehidupan kita

A. Persiapan Pengawetan Sebelum mulai, Anda harus menyiapkan beberapa hal yang diperlukan, terutama bahan dan peralatan. pengawetan Bahan Makanan
1. Menyiapkan Bahan Bahan yang harus disiapkan ada dua macam, yaitu bahan pokok dan bahan tambahan. Apa yang dimaksud bahan pokok dan bahan tambahan?
a. Bahan Pokok Bahan pokok ialah bahan utama yang akan diawetkan, yaitu daging, ikan, dan telur. Bahan- bahan tersebut harus dipilih untuk mendapatkan yang layak dikonsumsi. Sebab bahan yang sudah rusak, kurang baik untuk kesehatan.

1) Memilih daging Jika ternak yang dagingnya akan diawetkan baru saja dipotong, tentu saja Anda dapat langsung mengolahnya, karena daging tersebut masih segar. Tapi, bagaimana kalau Anda membelinya di pasar? Anda tidak tahu sudah berapa lama daging itu. Dalam hal seperti ini, Anda harus memilih. Tentu saja Anda harus tahu ciri-ciri daging yang segar. Anda dapat melihat warnanya, mencium baunya, atau merabanya. Ciri beberapa daging:

a) daging sapi warna daging merah pucat serat daging halus berlemak sifat daging tebal Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur
1. Menyiapkan Bahan Bahan yang harus disiapkan ada dua macam, yaitu bahan pokok dan bahan tambahan. Apa yang dimaksud bahan pokok dan bahan tambahan?

a. Bahan Pokok Bahan pokok ialah bahan utama yang akan diawetkan, yaitu daging, ikan, dan telur. Bahan-bahan tersebut harus dipilih untuk mendapatkan yang layak dikonsumsi. Sebab bahan yang sudah rusak, kurang baik untuk kesehatan.

1) Memilih daging Jika ternak yang dagingnya akan diawetkan baru saja dipotong, tentu saja Anda dapat langsung mengolahnya, karena daging tersebut masih segar. Tapi, bagaimana kalau Anda membelinya di pasar? Anda tidak tahu sudah berapa lama daging itu. Dalam hal seperti ini, Anda harus memilih. Tentu saja Anda harus tahu ciri-ciri daging yang segar. Anda dapat melihat warnanya, mencium baunya, atau merabanya. Ciri beberapa daging:

a) daging sapi

warna daging merah pucat serat daging halus berlemak sifat daging tebal Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur

2) daging kerbau

warna daging lebih merah daripada daging sapi serat otot kasar dan lemaknya berwarna putih

3) daging domba warna daging merah muda serat daging halus dan sangat rapat.jaringannya daging berbau kandang di antara otot dan di bawah kulit terdapat banyak lemak lemak kelihatan putih dan padat, mudah cair dan beku kembali

4) daging babi warna daging pucat baunya khas serat daging halus
5) daging ayam warna daging putih serat daging halus dan memanjang daging sangat empuk di antara serat tidak terdapat lemak warna lemak putih kekuning-kuningan Daging

2) Memilih ikan Anda tahu ada dua jenis ikan yang dipelihara, yaitu ikan konsumsi dan ikan hias. Ikan untuk dikonsumsi tentu saja ikan konsumsi, seperti ikan mas, bandeng, nila, gurame, mujair, lele, dan sebagainya. Ikan yang enak untuk dimasak adalah ikan segar. lkan segar adalah ikan hidup yang baru ditangkap.

Ciri-ciri ikan yang segar adalah:


a. daging ikan masih keras
b. badan ikan jika ditekuk masih lentur
c. sisik rata dan melekat dengan baik, serta tidak mudah lepas jika ditarik
d. insang berwarna merah cerah
e. mata ikan tampak jernih dan penuh bau ikan seperti baunya air laut atau air tawar/ khas ikan Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur Akan

3) Memilih telur Jenis telur yang biasa dikonsumsi ialah telur ayam, telur bebek, dan telur puyuh. Jika Anda memelihara unggasnya sendiri, tentu Anda tahu kapan telur-telur itu keluar. Tapi, kalau Anda membelinya, mungkin Anda tidak tahu kondisi telur itu. Untuk itu Anda harus memilihnya. Secara umum, telur yang baik adalah:
kulit telur bersih dan berwarna mulus
jika diteropong sambil digerak-gerakkan, akan tampak kuning telur di dalamnya jika terlihat jernih, rongga kantung udaranya kecil, kuning telur terletak di tengah tidak bernoda, itu artinya telur baik jika kuning telurnya bergeser, putih telurnya encer, dan terdapat noda warna tua, itu artinya telur rusak
jika direndamkan ke dalam air biasa, maka telur yang baik akan tenggelam telur yang rusak akan terapung Pengawetan Bahan Makanan Telor Puyuh Telor Ayam
b. Bahan Tambahan Yang dimaksud bahan tambahan ialah bahan lain yang digunakan dalam pengawetan. Bahan-bahan tersebut memang berfungsi, sebagai pengawet. Beberapa di antaranya, yaitu:
1) garam
2) gula
3) jenis bumbu, seperti lada, bawang,
lengkuas, sereh, daun salam, dan lain-lain. Daun Salam Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur
2. Menyiapkan Peralatan Peralatan yang digunakan sebagian peralatan biasa dan sebagian peralatan khusus.
a. Peralatan Biasa Dikatakan peralatan biasa, karena peralatan ini biasa digunakan sehari-hari di dapur, di antaranya:
alat cuci ember, baskom
alat memasak panci, kuali, wajan, kompor
alat potong pisau
alat tumbuk cobek, lumpang, ulekan
alat parutan parut
alat saringan saringan
alat menyimpan baki, stoples
alat landasan talenan
alat jemur tampah, niru Tampah Pisau

b. Peralatan Khusus Peralatan khusus adalah peralatan yang dipakai untuk keperluan tertentu, misalnya: Pengawetan Bahan Makanan
pasu/tong kayu untuk proses penggaraman atau 
sasag/kreil wide untuk proses pengasapan
tong pengasapan untuk proses 
B. Proses Pengawetan

1. Teknik Pengawetan
dilakukan untuk:
Pada prinsipnya, pengawetan 
a, mengurangi atau membuang kadar air
b. kekeringan 
c. mempertahankan kesegaran
d. mencegah pembusukan maka dibuat Berdasarkan prinsip-prinsip itu, beberapa pengawetan, antara lain:
teknik pengeringan
teknik penggaraman
teknik pengasapan
teknik pengolahan

Teknik Pengeringan

pengawetan Disebut teknik pengeringan karena dilakukan dengan cara menjemur sampai kering Tujuan penjemuran adalah untuk membuang kadar air yang terdapat pada bahan yang akan diawetkan. Biasanya dilakukan terhadap daging dan ikan, Selain dijemur, bahan yang akan diawetkan sengaja diberi rasa supaya enak dimakan. Rasa ini Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur bisa rasa bumbu, bisa juga rasa asin. Rasa bumbu dibuat dengan memberi bumbu tertentu, sedangkan rasa asin dibuat dengan memberi garam Pemberian bumbu dan garam ini dilakukan sebelum dilakukan penjemuran. Bahan yang diberi bumbu biasanya daging atau ikan. Hasilnya disebut dendeng. Sedangkan yang diberi garam biasanya ikan. Hasilnya berupa ikan asin. Sebenarnya pemberian bumbu dan garam ini bukan semata-mata masalah rasa, melainkan juga karena bumbu tertentu dan garam dapat mencegah atau memperlambat pembusukan. Jadi, di dalam teknik pengeringan ini ada beberapa prinsip yang diterapkan.

Teknik Penggaraman 
Teknik penggaraman dilakukan dengan cara memberi garam pada bahan yang akan diawetkan. Mengapa garam? Karena garam dapat mencegah pembusukan. Teknik penggaraman dilakukan antara lain terhadap telur. Hasilnya berupa telur asin.
Teknik Pengasapan 
Teknik pengasapan dilakukan dengan cara mengasapi bahan yang akan diawetkan. Untuk jenis hewani, biasanya dilakukan terhadap ikan. Hasilnya berupa ikan asap. Teknik pengasapan ada dua macam, yaitu pengasapan panas dan pengasapan dingin. Pengawetan Bahan Makanan
Pengasapan panas: ikan langsung mendapat asap dari api karena posisi ikan berada di atas api.
Pengasapan dingin: ikan tidak langsung mendapat asap dari api karena posisi ikan tidak berada di atas api.
5. Teknik Pengolahan Yang dimaksud teknik pengolahan ialah mengolah bahan yang akan diawetkan menjadi produk masakan atau makanan. Jadi dengan teknik ini, bahan dimasak dengan cara-cara tertentu. Dan hasilnya tentu saja siap disantap. Produk teknik pengolahan, antara lain abon dan pindang ikan.
a. Proses Pengawetan
a) Proses pembuatan dendeng
a) Daging dibersihkan dan dibelah tipis-tipis.
b) Siapkan bumbu, lalu daging direndam dalam bumbu kira-kira semalam.
c) Setelah itu, daging dijemur sampai kering.

2) Proses pembuatan ikan asin

a) Ikan dibersihkan dan dibelah di bagian punggungnya. Lalu, bagian dalamnya dibuang.
b) Setelah ditiriskan, ikan disusun berlapis dalam pasu atau wadah lain. Sebelumnya, alas pasu ditaburi garam, dan selanjutnya setiap lapisan ikan diberi garam Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur
c) Pasu ditutup dan ikan dibiarkan di dalamnya kira-kira 2 malam 1 hari.
d) Setelah melewati waktu itu, kan dibongkar, lalu dijemur sampai kering.
Proses pembuatan telur asin
Telur dibersihkan dengan lap dan air hangat. merah,
Siapkan abu gosok atau batu bata garam, dan air. Lalu, dicampurkan dan diaduk menjadi adonan.
Telur dibungkus satu per satu dengan adonan tersebut. Lalu, disusun dalam stoples selama 10 hari.
4) Proses pembuatan ikan asap
Ikan dibersihkan dan dibuang bagian dalamnya. atau
Sebelum diasapi, ikan ditaburi direndam di dalam bumbu.
Setelah dibumbui, ikan ditiriskan supaya kering.
Ikan digantung sedemikian rupa di dalam alat pengasapan, dan selanjutnya diasapi selama 6-12 jam. 
Cara pengasapan dilakukan dengan membakar kayu di bagian bawah. Dengan demikian, asap otomatis mengasapi semua Perlu diingat, pengasapan dapat dilakukan dengan pengasapan panas atau pengasapan dingin. Alat pengasapannya berbeda. Pengawetan Bahan Makanan
Proses pembuatan abon
Daging dibersihkan. Bagian yang tidak perlu, dibuang, seperti lemak, serat kasar, dan tulang.
Setelah itu, daging direbus sampai cukup matang. Lalu, diangkat dan dihaluskan dengan cara disuir-suir, dicabik, atau diparut.
Siapkan bumbu di dalam panci, dan jerang di atas kompor menyala. Daging kemudian dimasukkan dan digodok sampai air bumbu di dalam panci habis
Daging kemudian digoreng sampai berwarna kecokelatan. Setelah itu, ditiriskan.
6) Proses pembuatan pindang 
Ikan bersih, empedunya dibuang.
Ikan dimasukkan dalam panci, kemudian ditaburi garam secukupnya. Atau dapat juga diberi bumbu untuk mendapat rasa yang lebih enak.
Berilah air kira-kira sebatas permukaan ikan yang paling atas. Panci kemudian ditutup.
Ikan direbus dalam panci, sampai air di panci habis. Setelah itu, ikan didinginkan.
b. Membuat Olahan Pada bagian ini, Anda dapat mencoba.membuat beberapa produk pengawetan daging weatan Daging, Ikan, dan Telur dan ikan, berupa bahan olahan mentah, dan bahan olahan masak. Selamat mencoba.
1) Membuat dendeng daging Bahan
a) daging sapi/kambing 1 kg
b) bumbu terdiri dari: cuka 1% sendok makan garam 1 sendok makan gula 1 sendok makan bawang putih 3 biji kecap 1h sendok makan lada hitam secukupnya Alat: niru pisau, cobek lumpang, panci, ember, 
Cara membuat

Setelah dibersihkan, daging diiris tipis- tipis. dari
Buatlah larutan bumbu yang terdiri  cuka, garam, gula, bawang putih, kecap, dan lada hitam dimasukkan
Daging yang sudah diiris-iris  ke dalam larutan bumbu dan dibiarkan semalam panas
Daging kemudian dijemur dimatahari, sampai benar-benar kering.
2) Membuat dendeng ikan

Bahan:

a) ikan belut/mujair
b) bumbu terdiri dari: Pengawetan Bahan Makanan merica kira-kira sendok ketumbar 1 sendok bawang putih 2 siung garam secukupnya asam secukupnya jinten secukupnya
Alat

pisau, cobek lumpang, ember, panci, niru

Cara membuat:

Ikan dibersihkan, isi perut dibuang, lalu dibelah memanjang.
Siapkan bumbu yang terdiri dari merica,ketumbar, bawang putih, garam, asam, dan jinten. Pembuatan bumbu dilakukan dengan cara ditumbuk halus.
Ikan dimasukkan ke dalam bumbu sambil diaduk atau disapukan supaya merata.
Biarkan selama 20 menit. Setelah itu, dijemur di panas matahari sampai kering.
Membuat Ikan Asin

Bahan

ikan (pilih jenis ikan yang disukai)
garam kira-kira 15% dari berat ikan setelah dibersihkan

Alat:

pasultong kayu/baskom plastik
sasag/krei/wide/tampah/niru Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur
Cara membuat

Ikan dibelah dari punggungnya, kemudian dibuang isi perutnya. Bagian dalam ikan dicuci bersih sampai tidak ada lagi sisa darah yang tertinggal. Setelah itu, ditiriskan sebentar.
Garam ditaburkan pada dasar pasu/tong kayu/baskom plastik. Banyak garam keseluruhan kira-kira 15% dari berat ikan setelah dibersihkan. Setelah dasar pasu ditaburi garam, ikan ditaruh berlapis-lapis dengan bagian dagingnya ke atas. Setiap lapisan ikan ditaburi garam secara merata.
Setelah pasu dipenuhi ikan, pasu ditutup dengan penutup kayu yang besarnya lebih kecil dari permukaan pasu, sehingga penutup kayu masuk ke dalam pasu. Setelah itu, di atas penutup ditaruh benda yang berat supaya ikan agak tergencet.
Ikan dibiarkan dalam pasu selama 2 malam 1 hari. Setelah itu, ikan diangkat, dan garam yang masih melekat pada ikan dibuang. Ikan kemudian ditaruh pada sasag/krei/wide/tampah/niru untuk dijemur Cara menyimpannya yaitu bagian daging menghadap ke atas Selanjutnya, ikan dijemur di panas matahari sampai benar- benar kering. Pengawetan Bahan Makanan
4) Membuat telur asin

Bahan

telur itik 10 butir
abu gosok atau bubuk bata merah 10 gelas
garam 4 gelas
d) air 1 gelas
Alat

stoples/kuali tanah

Cara membuat:

Telur dibersihkan dengan lap dan air hangat.
Siapkan abu gosok atau batu bata merah, garam, dan air. Lalu, dicampurkan dan diaduk menjadi adonan.
Telur dibungkus satu per satu dengan adonan tersebut. Lalu, disusun dalam stoples/kuali tanah selama 10 hari.
Membuat ikan asap
Bahan:
ikan segar beberapa ekor (bandeng, tuna, atau belut)kare
bumbu yang disukai, misalnya bumbu pisau, ember cobek/lumpang, alat pengasapan, kayu bakar

Cara membuat:

a) Ikan dibersihkan dengan cara membuang isi perut, insang, dan sisik. Lalu, dicuci bersih Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur
b) Untuk rasa ikan, bergantung selera: Jika ingin netral, ikan tidak perlu diberi apa pun. garam. Jika ingin rasa asin, berilah Jika ingin ada rasa bumbu, berilah bumbu yang dikehendaki. Misalnya, garam, cabai, merica, pala, atau bumbu lain sesuai selera. Pemberian bumbu ada dua cara, yaitu bumbu ditaburkan/dipulaskan pada ikan, atau ikan direndamkan dalam bumbu kira-kira 15-30 menit.
c) Sebelum diasapi, ikan ditiriskan supaya tidak ada air yang menempel.
d) Setelah agak kering, ikan mulai diasap dengan pengasapan panas atau pengasapan dingin selama 6-12 jam.
Membuat abon
Bahan:
daging sapi kg
buah keluih 2 buah (untuk campuran kalau dikehendaki)
bumbu terdiri dari:

kelapa 1 butir ketumbar 1 sendok makan bawang putih 5 siung bawang merah 10 siung garam 1 sendok makan gula merah 1 ons Pengawetan Bahan Maicanan

minyak goreng kg daun salam, lengkuas, sereh (secukupnya) 
Alat:
panci, wajan, parutan kelapa
ulekan, saringan, pisau, talenan
serok, solet, baki, ka saring, stoples/ kantong plastik

Cara membuat

a) Bagian daging yang tidak perlu dibuang, yaitu lemak, tulang, dan serat kasar. Lalu, daging dicuci bersih.
b) Buah keluih dikupas
c) Daging dan buah keluih direbus sampai  masak, tapi tidak terlalu lunak. 
d) Setelah itu, daging dipukul pukul dengan perlahan. Kemudian, dibuat serpihan- serpihan dengan cara disuir-suir atau diparut. Begitu pula dengan buah keluih 
e) Bumbu dihaluskan, kecuali salam, lengkuas, dan sereh. Kemudian, direbus dengan air santan sampai mendidih. Daging dan buah keluih yang sudah dihaluskan dimasukkan ke dalam bumbu, dan digodok sampai air santan habis. 
g) Daging dan buah keluih diangkat, kemudian digoreng sampai berwarna kecokelatan Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur
h) Setelah matang, angkat dan tiriskan supaya tidak ada minyak yang terdapat pada daging dan buah keluih.
i) Selanjutnya, abon disimpan dalam stoples atau kantong plastik.
Membuat pindang

Bahan:

bandeng 1 kg
garam bubuk 2 ons.
air secukupnya

Alat:

pisau, panci, kompor

Cara membuat

a) kan dicuci bersih untuk membuang lendirnya. Perutnya dibelah sedikit untuk membuang empedu.
b) Masukkan ikan ke dalam panci, lalu ditaburi garam. Jika ikan tersebut disimpan bersusun, tiap susunan harus diberi garam
c) Tuangkan air kira-kira sebatas permukaan ikan yang paling atas, lalu panci ditutup rapat.
d) Taruh panci di atas kompor menyala. Ikan direbus sampai air di dalam panci habis. Setelah itu, ikan didinginkan. Pengawetan Bahan Makanan
C. Penyelesaian Akhir Setelah pengerjaan pokok selesai, Anda masih harus mengerjakan beberapa pekerjaan tambahan, yaitu mengemas produk dan membereskan peralatan serta sisa-sisa bahan.
Mengemas Produk Bahan makanan, seperti dendeng, ikan asin, dan lain sebagainya sangat rentan terhadap gangguan binatang, seperti lalat, kecoa, tikus, semut, atau terkena debu. Hal ini tentu menyangkut kesehatan. Oleh karena itu, mutlak harus disimpan dengan baik. Cara menyimpan bergantung pada jenisnya, yang penting terlindung dan aman. Menyimpan dalam arti mengemas akan menjadi sangat penting ketika produk dimaksudkan untuk dijual. Kemasan yang baik bukan saja melindungi produk, akan tetapi juga menambah daya tarik. Sehingga, tak jarang orang mau membeli suatu produk karena tertarik oleh kemasannya. Membuat kemasan yang penting, ialah sebagai berikut:
kemasan dapat melindungi produk
kemasan sesuai dengan produk
kemasan mempunyai daya tarik
d. kemasan praktis dibawa Bahan apa yang cocok untuk membuat kemasan? Sebetulnya banyak, tergantung pada Pengawetan Daging, Ikan, dan Telu kreativitas. Yang biasa adalah karton dan plastik Tapi yang penting bahan itu harus cukup kuat, mudah dikerjakan, dan menampilkan daya tarik.
2. Membereskan Peralatan Ada kebiasaan yang kurang baik pada sebagian orang, yaitu membiarkan begitu saja sisa-sisa pekerjaan. Misalnya, peralatan tidak dibereskan lagi atau sisa-sisa bahan tidak disimpan lagi sehingga menimbulkan kesan jorok. Yang benar adalah peralatan dibersihkan, dibereskan, dan disimpan lagi di tempatnya semula. Sisa-sisa bahan disimpan dengan baik, siapa tahu nanti dipakai lagi. Perilaku yang baik ini akan bermanfaat, setidaknya ketika akan mengulang pekerjaan yang sama, tidak direpotkan oleh hal-hal yang tidak perlu.

Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran 
buah-buahan dan sayuran sangat penting bagi pertumbuhan manusia, karena banyak mengandung vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Sayangnya, kedua jenis makanan tersebut tidak dapat disimpan lama dalam keadaan mentah Sehingga ketika persedian melimpah segera harus dihabiskan, sebelum layu, kering, atau membusuk. Memang ada yang tahan beberapa lama, tapi kesegaran dan rasanya tidak seperti ketika baru dipetik. Beranjak dari situ orang pun berupaya mengawetkan. Ada beberapa cara, misalnya dengan menyimpan di kulkas untuk menjaga kesegaran atau menjemurnya supaya kering. Buah dan sayuran yang disimpan di kulkas biasanya yang berkadar air tinggi. Sedangkan yang dijemur, biasanya yang berkadar air rendah. Cara lain yang juga banyak dilakukan adalah mengolah menjadi makanan siap santap. 
Cara ini selain mengawetkan, juga memberi rasa baru pada buah atau sayuran. Dan pada akhirnya, menjadikan mata pencaharian bagi perajin yang mengelolanya. Apa itu? Anda pernah mendengar kata manisan dan asinan? Manisan dan asinan adalah produk makanan, yang selain menambah khasanah masakan, juga bertujuan mengawetkan beberapa jenis nabati. Manisan biasanya dibuat dari bahan pokok buah- buahan, sedangkan asinan bisa dibuat dari buah- buahan, sayuran, atau campuran keduanya. Mengapa disebut manisan dan asinan? Disebut manisan karena mempunyai rasa manis. Dan rasa manis ini memang disengaja dengan pemberian bahan pemanis. 
Pemberian rasa manis selain untuk membuat rasa enak, juga untuk mengawetkan buah-buah itu. Konon, kadar gula yang tinggi dapat menghambat proses pembusukan pada nabati. Adapun tentang asinan, disebut asinan karena mempunyai rasa dominan asin. Tapi, sebetulnya ada juga rasa manisnya, rasa asam, bahkan pedas. Berbeda dengan manisan, pada asinan ada Pengawetan Bahan Makanan kuahnya, sehingga mungkin saja disantap dengan makanan lain, misalnya kerupuk. Baik manisan maupun asinan keduanya dapat dijadikan cemilan yang enak dan segar, terutama pada siang hari. Anda berminat mencoba membuatnya?
A. Persiapan Pengawetan Mula-mula yang harus Anda lakukan, menjawab pertanyaan ini: produk apa yang akan dibuat? Untuk menjawabnya, tentu Anda harus sudah memikirkan: bahannya, peralatannya, dan resepnya. Ketiga hal itu mutlak harus ada.
1. Menyiapkan Bahan Bahan untuk pembuatan manisan dan asinan sementara ini masih menggunakan buah-buahan dan sayuran yang sudah dikenal dan disukai masyarakat. Bahan-bahan itu ada yang berfungsi sebagai bahan pokok, ada pula yang berfungsi sebagai bahan penunjang, di antaranya sebagai
berikut:

a. Jenis Buah-buahan
1) kedondong
2) pepaya
3) lobi-lobi
4) salak buahan dan sayur
5) bengkuang
9) gandaria
10) asam
6) mangga
7) kolang-kaling 11) nenas
8) pala, sirsak Mangga Pepaya
b. Jenis Sayuran
6) bawang merah
1) wortel
7) bawang putih mentimun
3) kacang tanah 8) 
9) sawi
4) tauge
5) cabai merahCabai Wortel Pengawetan Bahan Makanan Selain itu ada pula bahan lain yang diperlukan, misalnya:
d) kapur sirih
a) gula pasir
e) natrium benzoat
b) garam
c) cuka Kapur Sirih
2. Menyiapkan Peralatan Peralatan yang digunakan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya menggunakan
 peralatan dapur yang biasa digunakan sehari-hari, seperti: pisau
untuk memotong
alat untuk mengupas pisau kupas ember baskom,
alat untuk mencuci panci
untuk merendam ember baskom, panci
alat untuk mengulek ulekan
alat untuk merebus panci 
Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran Anda melihat produk yang sama, tapi resepnya berbeda. Itu karena pembuatan resep dipengaruhi oleh kesukaan orang yang membuatnya Biasanya, sebuah resep telah diuji coba sebelum dipublikasikan. Jadi, Anda tinggal mengikuti saja sesuai apa yang ada pada resep. Dengan mengikuti resep, Anda dapat membuat manisan atau asinan yang dikehendaki, asalkan bahan dan peralatannya ada.
B. Proses Pengawetan
1. Prinsip Pengawetan Pada dasarnya, prinsip pengawetan bahan makanan ialah sebagai berikut:
mengurangi atau membuang kadar air dengan cara menjemur,
mempertahankan kekeringan dengan menyimpan di tempat kering,
mempertahankan kesegaran dengan menyimpan di tempat dingin, dan
mencegah pembusukan dengan memberi ramuan bahan pengawet.
Teknik Pengawet Manisan
1) Bahan Bahan pokok biasanya buah-buahan. Bahan tambahan, antara lain gula untuk memberi rasa Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran selama 15 menit. Kemudian, diangkat dan didinginkan.
c) Selanjutnya, salak didiamkan di dalam stoples selama 5 hari sampai bumbunya meresap.
g, Manisan Asam Jawa
Bahan
asam jawa 1 kg
gula merah 100 gram
gula pasir 200 gram
air sedikit
2) Cara membuat
Asam dikupas, dibuang kulitnya.
Gula merah dihancurkan dan ditambah sedikit air.
Asam dicelupkan ke dalam larutan gula merah, kemudian dijemur. Lakukan hal ini berulang kali. Dan terakhir dijemur sampai kering.
Setelah kering, gula pasir ditaburkan menutupi seluruh permukaan asam. h Membuat Manisan Sari Kelapa Manisan Sari Kelapa
Bahan
air kelapa 10 liter
gula pasir 5 sendok makan
ragi roti 1 sendok makan
ZA 1 sendok makan
garam inggris sendok te makan.
asam cuka biang 10 sendok 
bibit nata
Cara membuat
dimasukkan ke dalam
Air kelapa disaring, dan panci. pasir, ragi roti, ZA, garam
gula Lalu, diaduk inggris, dan asam cuka biang. 15 sampai larut. Setelah itu, digodok selama  menit. Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran
Dalam keadaan masih panas, air kelapa tersebut dituangkan ke dalam loyang/baki plastik. Setiap baki diisi 1% liter. 
Baki cepat ditutup dengan kertas koran. Lalu, dinginkan di ruang penyimpanan selama lebih kurang 5 jam.
Setelah dingin, tambahkan bibit nata. Setiap botol bibit nata dapat digunakan untuk 5 baki/loyang. Bakilloyang disimpan di ruang khusus. Diamkan selama 8 hari, dan jangan digerak- gerakkan.
Air kelapa sekarang telah terbentuk menjadi lapisan. Ambillah dengan cara ditarik, lalu dicuci bersih. Setelah itu, dipotong kecil-kecil berbentuk kubus.
Potongan nata direndam dengan air bersih selama 2-3 hari. Setelah itu, dicuci dan diremas-remas, sambil dicicipi. Apabilaterasa asam, nata harus direbus selama 30 menit sampai rasa asam benar-benar hilang.
Selanjutnya nata ditiriskan.
Siapkan godogan air gula. Perbandingannya:1 kg potongan nata 1 liter air kg gula pasir. Masukkan nata ke dalamnya.
Tambahkan air setengah bagian dari tadi lanjutkan penggodokan selama 15 menit ponga watan han Makanan Membuat Asinan Kedondong Asinan Kedondong
1) Bahan
kedondong 12 buah
air 1 liter
garam 2 sendok makan
air kapur sirih% sendok makan
gula pasir 250 gram cabai merah 3 buah
natium benzoat gram
air mendidih 125 cc
 Cara membuat
Larutkan 2 sendok makan garam ke dalam air liter. Masukkan kedondong dan rendam selama 1 jam. Kemudian, ditiriskan dan dicuci bersih.
Buat campuran Aliter air dengan sendok makan air kapur sirih. Masukkan kedondong Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran
dalamnya dan rendam selama 1 jam. Angkat dan cuci hingga bersih.
Larutkan gula pasir dalam air mendidih Tambahkan garam dan cabai halus.Kemudian, didinginkan.
Kedondong direndam di dalamnya, dan tambahkan natrium benzoat. Biarkan kedondong direndam selama 2 malam sampai bumbu meresap.
j. Membuat Asinan Pepaya
1) Bahan
pepaya mengkal 500 gram
air's liter
air kapur sirih% sendok makan
gula pasir 125 gram
air mendidih 100 cc cabai merah 2 buah
teh cuka 1 sendok
garam secukupnya
i) natrium benzoat h gram
2) Cara membuat
Pepaya dikupas, kemudian dipotong tipis.
Buat campuran air dengan air kapur sirih. Rendam kan pepaya selama 1 jam. Kemudian, dicuci dan ditiriskan.
Larutkan gula dalam air mendidih. Tambahkan cabai halus, garam, cuka, dan natrium Pengawetan Bahan Makanan benzoat. Rendamkan lagi pepaya selama 2 malam sampai bumbu meresap.
k. Membuat Asinan Salak
1) Bahan
salak 8 buah
air 1 liter
garam 1 sendok makan
kapur sirih sendok makan
gula pasir 100 gram
air mendidih 70 cc
cabai merah 1 buah
natrium benzoat 1 gram
Cara membuat
Salak dikupas dan dipotong menjadi 2.
Salak direndam di dalam liter air yang sudah diberi garam. Biarkan selama 1 jam, setelah itu dicuci dan ditiriskan.
Campurkan sisa air dengan kapur Rendamkan lagi salak ke dalamnya selama
1 jam. Kemudian, ditiriskan.
d) Buat larutan gula dalam air mendidih.Masukkan garam dan cabai merah. Kemudian, biarkan dingin. Setelah itu, masukkan natrium benzoat dan diaduk sampai rata.
e) Salak direndamkan ke dalamnya selama 2malam, sampai bumbu meresap. Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran Membuat Asinan Lobi-lobi
a) lobi-lobi 500 gram
b) garam 3 sendok makan
c) air 
d) air kapur sirih h sendok makan
e) gula pasir 250 gram
f) air mendidih 75 cc
g) cabai merah 2 buah
h) garam secukupnya
i) natrium benzoat% gram
Cara membuat
Lobi-lobi dipukul pukul sampai memar. Kemudian, direndam dalam Vi liter air yang sudah diberi garam 3 sendok makan selama 1 jam. Setelah itu, dicuci dan ditiriskan.
Buat campuranh liter air dengan sendokmakan air kapur sirih.
Rendamkan kembali lobi-lobi selama 1 jam. Setelah itu, dicuci dan ditiriskan.
Larutkan gula pasir dalam air mendidih.
Tambahkan cabai halus. Setelah dingin,masukkan natrium benzoat.
Selanjutnya lobi-lobi direndamkan kedalamnya selama 2 malam, supaya bumbu meresap.
Penyelesaian Akhir
1. Mengemas Produk Gangguan terhadap manisan dan asinan, antara lain lalat, semut, dan debu. Oleh karena itu, produk harus disimpan dengan baik. Cara menyimpannya bisa dimasukkan ke dalam stoples atau kantung plastik. Akan lebih baik kalau dimasukkan lagi ke dalam kulkas. Untuk keperluan dijual, akan sangat baik kalau produk itu dikemas karena kemasan bukan saja melindungi produk, tapi juga menambah daya tarik. 
Cara membuat kemasan sepenuhnya tergantung kreativitas, yang penting hal-hal sebagai berikut:
dapat melindungi produk,
mempunyai daya tarik
praktis dibawa, dan
sesuai dengan produk.
Membereskan Peralatan Seperti sudah dijelaskan di atas, membiarkan sisa-sisa pekerjaan begitu saja adalah kebiasaan yang kurang baik. Misalnya, tidak membereskan lagi peralatan atau sisa-sisa bahan. Yang benar adalah peralatan dan sisa-sisa bahan disimpan lagi dengan baik. Mengapa? Karena suatu saat mungkin digunakan lagi. Dengan demikian, Anda tidak perlu mencari atau membeli lagi.

// kode iklan

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Cara Pengawetan Daging, Ikan, dan Telur (Cara Membedakan) dan (Cara Membuatnya)"

Post a Comment