10/26/2016T10/26/2016

Penggunaan Biakan Rhizopua Dalam Pembuatan Tempe

// kode iklan */
// kode iklan


Pada tahun 1960, Steinkraus dkk pernah melakukan percobaan NRRL  produksi biakan Rhizopua besar. Medium yang diisolasi dari tempe dari Indonesia) dalam skala air adalah 100 g dedak gandum yang dibasahi dengn ml  yang digunakan untuk untuk pengasaman kedelai, dan dengan autoclave pada suhu 120 c menit medium kemudian dinokulasi dengan spora oligosporur dan dinkubasikan selama hari pada suhu 37 untuk jamur yang tumbuh lebat dengan kemudian beserta mediumnya, lalu digiling sampai halus dan dengan ayakan 20 mesh. 


Metoda ini kemudian digunakan secara baku dalam skala pilot percobaan selanjutnya (Steinkras dkk 1961, 1985b) Produksi secara masal spora Rhiopus oligosponus NRRL 2710  juga telah dicoba dengan berbagai medium lainnya, antara lain dari gandum butir-butir pecahan biji kedelai, dan campuran antara beras sosoh n dedak gandum, sepuluh gram dari masing-masing bahan tersebut di atas dibasahi dulu dengan sejumlah air diinokulasi dan kemud ian diinkubasikan selama 4 sampai 7 hari pada suhu 32" C Evaluasi dida atas banyaknya spora hidup yang diproduksi oleh masing-masing tersebut para peneliti merekomen balian untuk medium. 

Dari penclitian apa cara pembuatan medium untuk produksi spora Rhiropus NRRL 2710, yaitu campuran antara beras dan dedak 4:1) atau campuran gandum dedak gandum Guga perbandingan 4:1) dengan penambahan air dengan 1 (air) dan diinkubasikan padi suhu selama Swain dan Hesseltine 1915, Hesscltine Swain dan Wang 1976) Spora Rhiropras oligosporus juga pernah diproduksi pada rdiri dari 100 g beras yang diker an lebih dulu di bawah ditanak dengan 100-150 ml air kenudian mencampurkan 1 ml suspensi spora Nasi yang telah diinok tersebut lalu dimasukkan dalam nampan bertutup dari 31 cm x 11 cm x 1,5 tim dan yang 1 mm, lubang berjarak 1,5 cm lubang didekatn telah diinokulasi tersebut disikan dalam nampan aluminium ke  berlapis lapis dan ngonggrong, tidak dipadatkan, sampai ketebalan kira em. Kemudian nampan dan isinya diinkubasikan selam 8 hari a suhu C tanpa sirkulasi udara. Kalau akan digunakan untuk inoku asi, inokulum ini dihancurkan lebih dahulu. 

Dalam percobaannya, l gram ng ini digunakan untuk membuat lempe dari 1 kg kedelai Dilaporkan bahwa dengan metoda ini telab dilakukan uji coba produksi selama setahun dengan kapasitas produksi 75 kg tempo Tanuwidjaja dan Rustamsjah (985) juga telah melakukan percobaan tan inokulum tempe dari spora jamur Rhizopus oligosporus ITB uubstrat beras sosoh, ampas tapioka dan campuran ampas tapioka dengan 1096 lopung kedelai. Dilaporkan bahwa pembiakan pada substrat beras sosoh ternyata lebih baik, menghasilkan biakan dengan spora yang lebih ng. 

Inokulum tersebut dibuat dengan mencampurkan 15 g beras sosoh dengan 15 ml air kemudian disterilisasikan selama 120 C selama 15 menit. Kemudian diinokulasi lalu dihamparkan dalam nampan alumunium dengan lubang lubang berdiameter 1 mm dan berja- ukuran 1 cm x 2 cm rak 1 cm. inkubasi dilakukan pada suhu 30 C selama 3 hari kemudian dikeringkan pada suhu 3h e sampai 40 C selama 4 hari, dan seterusnya digiling menjadi serbuk. Produksi inokulum ol saponis dalam skala lebih besar lagi Tanuwidjaja (1986), Peneliti Rnizopris oliitospanis strain LKN M3 pada substrat beras sosoh dengan 15 kg tiap kali produksi. Inkubasi dilakukan dalam nam alumuni hari pada suhu kamar. Kemudian produknya salan sampai dicapai kadar air 10%. Dilaporkan bahwa berbagai variasi meliputi jumlah starter (0,1 dan 0,5%), pH substrat (pH mau pun suhu pengeringan (40 dan 50 C) tidak berpen akan jamur, bakteri kontaminan maupun waktu pengerin. amun demikian dinyatakan pula bahwa pemberian starter yang akan mempercepat pertumbuhan R oligoponu memperkocil kemungkinan kontaminasi oleh jamur yang lain cara pembuatan startar untuk k rumah tangga dikemukakan pula oleh Shurtlefr dan A (1985) tempe.

Oke Sekian Dulu Ya, Terimakasih Sudah Mau Mampir!
// kode iklan

jangan lupa iklannya diklik ya, to "Penggunaan Biakan Rhizopua Dalam Pembuatan Tempe"

Post a Comment